Keterampilan sosial diajarkan secara konkret, bukan hanya melalui nasihat. Anak memperoleh kesempatan untuk berlatih, menerima bantuan, dan mencoba kembali dalam situasi yang aman.
Contoh target
Menunggu dan bergiliran.
Berbagi perhatian dalam aktivitas.
Mengikuti aturan kelompok sederhana.
Mengenali perubahan dan menjalani transisi.
Latihan individual atau kelompok dipilih sesuai kesiapan anak serta tujuan program.
Catatan program
Target, frekuensi, dan strategi belajar ditentukan setelah observasi serta diskusi awal bersama orang tua/wali.